Senin, 21 Oktober 2013

MENGGAMBAR BENTUK

Pada hari ini saya ingin memberikan gambaran materi pelajaran untuk Setengah Semester ke-2 pada Semester Ganjil, yaitu tentnag Menggambar Bentuk.

Pengertian Menggambar
Menggambar sebenarnya adalah proses meniru atau mencontoh benda nyata. Meniru atau mencontoh sesuatu bentuk yang nyata kemuadian benda atau objek tersebut ditangkap oleh lensa mata kita, kemudian dikirim kedalam memori (otak) kita untuk disimpan. Pada tahapan ini disebut gambar imajinatif dan sewaktu-waktu dapat kita keluarkan dengan bantuan syaraf motorik kita menjadi gambar riil. Nah, pada tahap inilah diperlukan kemampuan khusus. Tidak semua orang mampu melaksanakan perintah otak kita. Oleh sebab itu diperlukan latihan dan ketrampilan untuk melaksanakan perintah otak tersebut. Proses inilah yang disebut menggambar. Disini perlu digaris bawahi bahwa dalam proses menggambar terjadi keterikatan anatomis dan persepektif.

Bagaimana dengan menggambar tanpa objek  langsung atau imajinatif? Sebenarnya sama. Setiap orang tentu memiliki pengalaman melihat sesuatu benda dan itu telah tersimpan didalam fikirannya. Apabila ada seseorang yang menggambar tanpa objek atau imajinatif maka tentu orang tersebut telah memanfaatkan gambar-gambar yang telah tersimpan didalam fikirannya. Dengan kemampuannya maka orang tersebut mampu mengingat bentuk objek tersebut. Prose menggambar inilah yang agak sulit, dikatakan sulit karena tidak sembarang orang mampu melakukan hal ini.

Bagaimana dengan gambar khayal (rekaan)? Jawabannya ya sama juga. Bahwasanya setiap orang ada yang dikarunia kemampuan berkhayal tinggi artinya objek tersebut tidak realitis (tidak ada didunia nyata). namun didalam fikirannya telah tersimpan berbagai bentuk objek khayalan tersebut kemudian tinggal mengeluarkannya dalam bentuk gambar nyata.

Sebenarnya untuk gambar rekaan atau khayal bangsa Indonesia telah mengenalnya dalam bentuk WAYANG. Wayang termasuk dalam gambar rekaan atau khayal sehingga kalau kita mengenal tokoh-tokoh super hero sebenarnya bangsa kita telah lebih dahulu menciptakan tokoh-tokoh khayal sering dikenal dengan istilah FIKSI. 

REFLEKSI
Oleh sebab itu saya mengajak kepada para siswa untuk kembali mencintai budaya sendiri dan kita kembangkan budaya kita untuk menjadi bagian dari budaya dunia. Dari rasa cinta maka akan tumbuh kepedulian. Jangan sampai terjadi lagi penyerobotan dan pengakuan budaya kita oleh bangsa lain. Kalau telah terjadi baru kita bereaksi. GONG PACAK GOLU. Sesuatu yang sudah terlanjur mau apa lagi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar